Siapa yang Ditemui Nabi di Langit Ke-7?

Isra Miraj bukan sekadar perjalanan luar biasa, tapi juga peristiwa spiritual yang mendalam bagi umat Islam. Dalam perjalanan malam itu, Nabi Muhammad SAW diperjalankan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, lalu naik ke langit hingga mencapai Sidratul Muntaha. Di setiap lapis langit, beliau bertemu dengan para nabi yang diutus sebelumnya.

Ketika sampai di langit ke-7, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan Nabi Ibrahim Alaihissalam. Beliau digambarkan sedang duduk dengan kepala penuh uban, sangat mulia, seperti pohon sidrah yang melambangkan ketenangan dan kebijaksanaan. Nabi Ibrahim menyambut dengan hangat, memberi kabar gembira atas umatnya yang akan mengikuti jejak para nabi.

Pertemuan ini bukan sekadar simbol, tapi juga penegasan bahwa ajaran para nabi adalah satu—dari Nuh, Musa, Isa, hingga Muhammad—semuanya menyambung tali tauhid. Nabi Ibrahim, sebagai abul anbiya atau bapak para nabi, mewakili kesinambungan risalah ilahi yang dibawa oleh setiap rasul.

Isra Miraj mengingatkan kita bahwa perjalanan rohani bukan hanya soal fisik, tapi juga kedekatan dengan Sang Pencipta. Di tengah gemerlap dunia, peristiwa ini mengajak umat Islam merenung: apakah kita masih menjaga hubungan dengan Allah seperti para nabi terdahulu?

Peringatan Isra Miraj bukan sekadar mengenang kisah masa lalu, tapi juga membangkitkan semangat untuk lebih taat, sabar, dan istiqamah dalam menjalani hidup.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait