Apa Penyebab Lidah Tertelan Saat Kejang?

Sering kali kita mendengar istilah "lidah tertelan" saat seseorang mengalami kejang. Namun, sebenarnya lidah tidak benar-benar tertelan ke dalam tenggorokan. Istilah ini lebih merujuk pada kondisi di mana otot-otot mulut dan leher melemas secara mendadak, membuat lidah terdorong ke belakang dan menghalangi jalan napas.

Penyebab utama fenomena ini adalah kejang atau epilepsi. Saat serangan terjadi, kontrol saraf terhadap otot-otot tubuh, termasuk otot mulut, menjadi kacau. Hal ini bisa membuat lidah jatuh ke belakang dan menyumbat saluran pernapasan secara sementara. Menurut studi dalam jurnal Neurologia i Neurochirurgia Polska, lebih dari 50 persen dari 106 pasien yang mengalami kejang ternyata pernah mengalami cedera di area mulut selama serangan—termasuk gigitan pada lidah atau luka akibat terjepitnya jaringan lunak.

Selain kejang, lidah “tertelan” juga bisa terjadi akibat cedera berat pada kepala atau leher, kehilangan kesadaran mendadak, atau kondisi medis lain yang menurunkan kesadaran seseorang. Namun, bukan berarti orang yang kejang harus dimasukkan benda ke mulutnya—seperti yang salah kaprah dilakukan banyak orang. Justru itu bisa membahayakan.

Yang perlu dilakukan adalah menjaga posisi tubuh tetap aman, seperti membaringkan penderita ke sisi tubuhnya agar saluran napas tetap terbuka dan mencegah tersedak. Jika kejang berlangsung lebih dari lima menit, bantuan medis segera harus diberikan.

Memahami penyebab dan penanganan yang tepat bisa menyelamatkan nyawa. Jadi, penting bagi kita semua untuk tidak panik dan bertindak dengan cara yang benar saat melihat seseorang mengalami kejang.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait