Kapan Waktu Terbaik untuk Berjemur di Bawah Matahari?

Matahari pagi sering dianggap sebagai sumber energi terbaik untuk memulai hari. Banyak orang percaya bahwa sinar matahari sebelum pukul 08.00 memberi manfaat besar bagi kesehatan, terutama untuk produksi vitamin D secara alami. Menurut dr. Bhavare, paparan sinar matahari di pagi hari sebelum jam 8 dan sore setelah jam 17 cocok untuk tubuh karena intensitas UV-nya lebih rendah, sehingga risiko terbakar matahari bisa diminimalkan.

Namun, pendapat ini tidak sepenuhnya bulat. Beberapa ahli justru menyarankan bahwa sinar matahari antara pukul 8 pagi hingga 5 sore, meski lebih terang, tetap penting untuk membantu tubuh memproduksi vitamin D secara optimal. Mereka berargumen bahwa meski sinar UV lebih kuat di siang hari, paparan singkat tetap aman dan bermanfaat, asalkan tidak terlalu lama dan dilindungi dengan cara yang tepat.

Jadi, kapan waktu terbaiknya? Jawabannya tergantung pada tujuan dan kondisi pribadi. Jika tujuannya adalah berjemur tanpa risiko kulit terbakar, pagi hari sebelum jam 8 atau sore setelah jam 5 memang pilihan yang lebih aman. Tapi jika ingin memaksimalkan manfaat sinar matahari untuk ritme sirkadian dan mood, paparan ringan di pagi hari bisa sangat membantu.

Yang penting diingat, tidak peduli kapan berada di bawah sinar matahari, selalu perhatikan durasi dan kondisi kulit. Untuk sebagian besar orang, 10–15 menit paparan langsung di pagi hari sudah cukup memberi manfaat tanpa membahayakan. Seperti biasa, dengarkan tubuh dan sesuaikan dengan kebutuhan pribadi.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait