Mengapa Asam Lambung Sering Kali Sulit Sembuh?

Banyak orang mengeluhkan rasa tidak nyaman di perut yang tak kunjung hilang meski sudah mengonsumsi obat. Jika keluhan maag Anda terasa membandel dan terus berulang, penyebab utamanya mungkin bukan sekadar maag biasa, melainkan GERD (Gastroesophageal Reflux Disease).

GERD terjadi ketika katup otot di bagian bawah kerongkongan melemah atau tidak bekerja secara optimal. Dalam kondisi normal, katup ini berfungsi sebagai pintu satu arah yang menutup rapat setelah makanan masuk ke lambung. Namun, saat fungsinya terganggu, asam lambung akan mengalir balik ke saluran kerongkongan. Hal inilah yang memicu rasa panas di dada, tenggorokan mengganjal, hingga mulut terasa pahit atau asam.

Penyebab kondisi ini tak kunjung membaik sering kali berkaitan erat dengan kebiasaan sehari-hari. Kebiasaan seperti langsung tiduran setelah makan, sering mengonsumsi makanan pedas dan berminyak, serta stres berlebih dapat memperburuk kinerja lambung. Stres khususnya, dapat memicu produksi asam berlebih sekaligus membuat saluran pencernaan menjadi jauh lebih sensitif.

Untuk mengatasinya secara efektif, pengobatan medis perlu didampingi dengan perubahan gaya hidup. Mulailah dengan membiasakan makan dalam porsi kecil namun sering, menghindari makanan pemicu, serta memberi jeda minimal tiga jam antara waktu makan malam dan jam tidur agar proses pemulihan berjalan optimal.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait