Alasan Medis Mengapa Pijat Sangat Dilarang saat Asam Urat Kambuh
Ketika persendian terasa sangat nyeri dan kaku akibat asam urat, refleks pertama banyak orang sering kali adalah memijat atau mengurut bagian yang sakit agar terasa lebih nyaman. Namun, dalam dunia medis, tindakan ini justru menjadi sebuah pantangan besar yang sangat berbahaya bagi keselamatan sendi Anda.
Menurut penjelasan dari dr. H.M. Afif Abbas, bagian tubuh yang sedang menderita gout atau asam urat sama sekali tidak boleh dipijat. Alasannya, pijatan atau tekanan fisik pada area tersebut justru akan memperparah peradangan dan menambah pembengkakan pada sendi secara signifikan.
Secara medis, gout terjadi karena adanya penumpukan zat asam urat yang berlebihan di dalam darah, yang lama-kelamaan mengendap dan berubah menjadi kristal tajam berbentuk jarum di area persendian. Ketika area tersebut dipijat, kristal-kristal tajam ini akan bergesekan secara agresif dengan jaringan lunak di sekitarnya. Gesekan inilah yang memicu luka dalam, robekan kecil, dan peradangan yang jauh lebih hebat.
Perlu diingat bahwa pembengkakan akibat asam urat tidak hanya menyerang area sendi utama saja, melainkan juga bisa meluas dan merusak jaringan tubuh di sekitarnya. Memijatnya hanya akan menyebarkan rasa sakit dan memperlama proses penyembuhan.
Alih-alih memijat, cara terbaik untuk menangani serangan asam urat adalah dengan mengistirahatkan sendi yang sakit, mengompresnya dengan air dingin untuk mengurangi radang, serta mengonsumsi obat pereda nyeri sesuai anjuran dokter.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.