Mengapa Mayoritas Penduduk Australia Berkulit Putih?
Australia, benua sekaligus negara terkecil di dunia, memang dikenal memiliki mayoritas penduduk berkulit putih. Fakta ini tidak terjadi begitu saja, melainkan akibat sejarah panjang penjajahan yang membentuk struktur demografi negara tersebut hingga saat ini.
Pada akhir abad ke-18, Inggris mulai menjadikan Australia sebagai koloni. Tepatnya pada tahun 1788, Inggris mendirikan permukiman di Sydney, yang kemudian menjadi titik awal perpindahan besar-besaran warga Eropa ke benua ini. Mereka yang datang bukan hanya sebagai penjajah, tetapi juga sebagai tahanan, petani, pedagang, dan imigran yang mencari kehidupan baru.
Seiring waktu, kehadiran penduduk Eropa semakin menguat, sementara penduduk asli, yaitu Aborigin dan penduduk Kepulauan Torres Strait, mengalami marginalisasi. Kebijakan kolonial yang diskriminatif membuat masyarakat adat kehilangan tanah, budaya, dan hak-hak dasar mereka. Di sisi lain, gelombang imigrasi dari Inggris, Irlandia, dan negara-negara Eropa lainnya terus berlangsung, terutama hingga abad ke-20.
Meski kini Australia telah menjadi negara maju dengan kebijakan imigrasi yang lebih terbuka, warisan sejarah tersebut masih terasa. Meskipun semakin beragam, komunitas keturunan Eropa tetap mendominasi dalam berbagai aspek kehidupan, dari politik hingga budaya populer.
Perlu dicatat, Australia kini sedang berusaha memperbaiki hubungan dengan masyarakat adat dan merangkul keragaman budaya. Namun, akar sejarah penjajahan tetap menjadi bagian penting dari mengapa mayoritas penduduknya masih berkulit putih hingga hari ini.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.