Mitos atau Fakta: Alasan Bayi Harus Digendong Saat Maghrib

Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, tradisi menggendong bayi atau membawa anak masuk ke dalam rumah saat waktu maghrib tiba sudah menjadi kebiasaan yang diwariskan secara turun-temurun. Banyak orang tua percaya bahwa waktu senja merupakan momen yang cukup rawan bagi anak-anak, terutama bayi yang masih rentan.

Secara spiritual, kepercayaan ini memiliki landasan dalam ajaran Islam. Rasulullah SAW pernah mengingatkan para orang tua untuk menahan dan menjaga anak-anak mereka di dalam rumah ketika malam mulai datang. Hal ini dikarenakan waktu maghrib dipercaya sebagai momen di mana makhluk halus dan setan mulai berkeliaran, sehingga anak-anak perlu mendapatkan perlindungan ekstra dari gangguan yang tidak kasat mata.

Selain alasan spiritual, kebiasaan ini juga memiliki dampak positif dari sudut pandang praktis dan psikologis. Waktu maghrib menandai perubahan suhu udara dari panas ke dingin, serta transisi cahaya terang menuju gelap. Perubahan kondisi lingkungan ini kerap membuat kondisi fisik bayi menjadi sensitif, rewel, atau merasa cemas. Dengan menggendong bayi, orang tua memberikan rasa aman, hangat, dan nyaman melalui sentuhan langsung (skin-to-skin).

Oleh karena itu, tradisi menggendong bayi saat maghrib bukan sekadar menjalankan nasihat leluhur, melainkan bentuk kasih sayang dan perlindungan nyata—baik secara spiritual maupun emosional—agar si kecil tetap tenang dan terlindungi.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait