Mengapa DI TII di Jawa Tengah Semakin Menguat?
Keberadaan DI TII (Darul Islam Tentara Islam Indonesia) di Jawa Tengah dalam beberapa tahun terakhir terlihat semakin menguat. Faktor utama penguatan kelompok ini adalah semakin besarnya dukungan dari berbagai kelompok pemberontak yang bergabung. Salah satu yang paling mencolok adalah masuknya Angkatan Umat Islam (AUI) pimpinan Kiai Mohammad Mahfudz Abdurrahman, dikenal juga sebagai Kiai Sumalangu. Dengan latar belakang pesantren dan jaringan keagamaan yang luas, pengaruh Kiai Sumalangu membawa daya tarik tersendiri, terutama di kalangan masyarakat konservatif.
Tidak hanya AUI, Gerakan Merapi-Merbabu Complex (MMC) juga turut memperkuat struktur DI TII di wilayah ini. Kelompok ini memanfaatkan kondisi geografis pegunungan yang sulit dijangkau untuk mengorganisasi kegiatan secara diam-diam. Selain itu, pemberontakan yang muncul dari Batalion 426 pada Agustus 2020 turut menjadi titik balik penting. Mereka yang awalnya bagian dari struktur keamanan formal, memilih keluar dan bergabung karena ketidakpuasan terhadap kebijakan pemerintah.
Kombinasi antara jaringan ideologi, ketidakpuasan politik, dan strategi pergerakan di wilayah terpencil menjadi kunci mengapa DI TII kian solid di Jawa Tengah. Meski secara resmi kelompok ini telah lama dinyatakan tidak aktif, kenyataan di lapangan menunjukkan sebaliknya. Masyarakat setempat mulai waspada, sementara aparat keamanan terus memantau pergerakan yang berpotensi mengancam stabilitas.
Perkembangan ini mengingatkan bahwa akar konflik ideologi dan ketegangan struktural tidak serta-merta hilang, meski telah berpuluh tahun berlalu.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.