Kenapa Dzikir Harus 33 Kali?
Saat berdzikir, banyak umat Islam yang membaca tasbih, tahmid, dan takbir masing-masing sebanyak 33 kali. Lalu, mengapa angka 33 yang dipilih? Ternyata, ada makna tersirat di balik bilangan ini yang telah diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.
Rasulullah pernah bersabda bahwa setelah shalat, umatnya dianjurkan membaca Subhanallah (Maha Suci Allah) 33 kali, Alhamdulillah (Segala puji bagi Allah) 33 kali, dan Allahu Akbar (Allah Maha Besar) 34 kali. Dengan demikian, jumlahnya menjadi 100. Tapi mengapa tidak dibagi rata? Mengapa salah satunya 34?
Angka 33 bukan sekadar hitungan, tapi simbol kesungguhan dalam mengingat Allah.Beberapa ulama menjelaskan bahwa pembagian ini mengandung hikmah. Dengan membagi dzikir ke dalam kelompok kecil, hati lebih mudah berkonsentrasi. Selain itu, angka ganjil seperti 33 sering muncul dalam ajaran Islam karena dianggap lebih utama. Nabi sendiri menyukai bilangan ganjil dalam ibadah.
Lebih dalam lagi, ketika kita berdzikir 33 kali, kita diingatkan pada sifat Allah yang Maha Esaβtidak terbagi, tidak bertambah, tidak berkurang. Jumlah itu bukan batasan, tapi panduan agar dzikir dilakukan dengan khusyuk dan penuh makna.
Jadi, meski tampak sederhana, dzikir 33 kali adalah bentuk kebijaksanaan dalam ibadah. Bukan soal angka semata, tapi bagaimana kita menghadirkan hati saat menyebut nama-Nya. Seperti janji Allah dalam Al-Qur'an: barangsiapa yang mengingat-Nya, maka Dia akan mengingat mereka.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.