Kenapa Imam Nawawi Memilih Tidak Menikah?

Imam Nawawi, ulama besar yang dikenal lewat karyanya seperti Riyadhus Shalihin dan syarah Sahih Muslim, hidup tanpa menikah seumur hidupnya. Banyak yang bertanya-tanya, mengapa seorang ulama sekaliber beliau justru tidak mengikuti sunnah Rasulullah yang sangat menganjurkan pernikahan?

Jawabannya bukan karena sibuk belajar atau mengajar, melainkan karena pilihan hidup yang didasarkan pada prinsip kezuhudan dan fokus total kepada ilmu serta ibadah. Imam Nawawi dikenal sangat sederhana, hidup penuh kesunyian, dan menghindari keterikatan duniawi. Beliau lebih memilih mendekatkan diri kepada Allah dengan cara yang khusus, tanpa terikat oleh urusan rumah tangga.

Bukan Melawan Sunnah, Tapi Memilih Jalan Khusus

Ada yang mencela beliau karena tidak menikah, termasuk oleh ulama sezaman, seperti yang diceritakan oleh Imam Al-Yafi’i. Namun, celaan itu tidak serta merta membuatnya goyah. Bagi Imam Nawawi, menikah memang sunnah, tetapi baginya, menjaga konsentrasi dalam menuntut dan menyebarkan ilmu menjadi prioritas utama. Beliau merasa jalan itu lebih baik baginya, meski menyimpang dari kebiasaan.

Perlu dicatat, pilihan beliau bukan berarti anjuran menikah tidak penting. Justru sebaliknya—Imam Nawawi tetap mengajarkan pentingnya pernikahan kepada para muridnya. Namun, dalam kasus pribadinya, beliau memilih hidup menjomlo bukan karena menolak sunnah, tapi karena keyakinan bahwa zuhud dan kesunyian lebih memungkinkan dirinya berkhidmat untuk umat lewat ilmu.

Imam Nawawi meninggalkan warisan keilmuan yang tak ternilai. Dan meski tidak memiliki keturunan secara biologis, anak-anak ilmunya tersebar di seluruh dunia hingga hari ini. Mungkin, itulah warisan terbesarnya.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait