Indonesia dan Jejak Sejarah dengan Australia

Ketika membahas hubungan internasional Indonesia, satu nama yang sering muncul dalam konteks dukungan politik adalah Australia. Pada 20 Agustus 2021, terungkap bahwa Indonesia memilih Australia sebagai wakilnya di Komisi Tiga Negara (KTN). Mengapa Australia?

Jawabannya terletak pada sejarah panjang yang menghubungkan kedua negara. Sejak awal kemerdekaan Indonesia, Australia telah menjadi salah satu negara pertama yang secara terbuka mendukung kemerdekaan bangsa ini. Dukungan itu bukan sekadar diplomasi sesaat, melainkan bagian dari ikatan yang terbentuk sejak masa lalu.

Hubungan antara Indonesia dan Australia ternyata sudah terjalin jauh sebelum kemerdekaan. Bahkan sejak zaman Belanda, para pelaut Indonesia—khususnya dari Maluku dan sekitarnya—sudah mulai berlayar ke kawasan utara Australia. Mereka membawa budaya, bahasa, dan tradisi yang secara perlahan memperkuat benang merah antarbangsa.

Perjalanan sejarah itu kemudian diperkuat pada masa perjuangan kemerdekaan. Australia tidak hanya diam, tetapi menjadi suara yang vokal di forum internasional, menyerukan pengakuan terhadap kedaulatan Indonesia. Sikap ini membuat Indonesia merasa Australia bukan sekadar tetangga, tetapi mitra yang dapat dipercaya.

Pemilihan Australia sebagai wakil di KTN pun bukan keputusan yang tiba-tiba. Ini adalah bentuk penghargaan atas konsistensi dukungan politik dan kedekatan sejarah yang terjalin selama puluhan tahun. Di tengah dinamika global yang terus berubah, hubungan ini menjadi bukti bahwa diplomasi yang tulus bisa berakar dari sejarah bersama.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait