Kenapa Italia Gagal ke Piala Dunia 2022?

Italia, sang juara Eropa 2020, harus duduk sebagai penonton saat Piala Dunia 2022 berlangsung — sebuah pukulan berat bagi salah satu tim sepak bola paling bergengsi di dunia. Padahal, hanya beberapa bulan sebelumnya, mereka merayakan gelar juara Euro dengan permainan apik dan semangat juang tinggi di bawah asuhan Roberto Mancini.

Namun, setelah kemenangan itu, performa Gli Azzurri justru terjun bebas. Mereka gagal memenangkan pertandingan penting di kualifikasi Piala Dunia dan akhirnya kalah dari tim-tim yang sebelumnya dianggap lebih lemah. Menurut bek timnas Italia, Francesco Acerbi, salah satu akar masalahnya adalah kurangnya kerendahan hati menghadapi lawan-lawan.

"Kami mulai merasa terlalu percaya diri setelah juara Euro," ujar Acerbi. "Kami meremehkan tim-tim lain, padahal di sepak bola, keangkuhan bisa menjadi bumerang." Sikap seperti ini membuat Italia kehilangan fokus dan kedisiplinan, dua kunci utama dalam permainan tim mereka di masa jayanya.

Faktanya, Italia bahkan gagal lolos ke Piala Dunia untuk kedua kalinya dalam tiga edisi terakhir — sebelumnya terjadi pada 2018. Ini menjadi momen pahit yang menyadarkan publik sepak bola Italia bahwa gelar juara tidak serta-merta menjamin kesuksesan berkelanjutan.

Kegagalan ini bukan cuma soal taktik atau cedera pemain, tapi juga soal mentalitas. Di level tertinggi, sepak bola tak hanya menguji kemampuan teknis, tapi juga kerendahan hati dan konsistensi. Dan di Piala Dunia 2022, Italia harus belajar kembali dari pinggir lapangan.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait