Kenapa Jasad Eril Tidak Membusuk?
Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Barat, pernah berbagi kabar menyentuh lewat unggahan di Instagram. Ia menjelaskan soal kondisi jenazah putra sulungnya, Emmeril Kahn Mumtadz atau yang akrab disapa Eril, setelah ditemukan di sungai Aare, Swiss.
Eril menghilang sejak 26 Mei 2022 saat berenang di sungai tersebut dan jenazahnya baru ditemukan lima hari kemudian, pada 1 Juni 2022. Yang mengejutkan banyak orang, jenazah Eril tetap utuh dan tidak membusuk meski telah lama berada di air.
Ridwan Kamil menjelaskan bahwa suhu air Sungai Aare yang sangat dingin menjadi alasan utamanya. Air es dari pegunungan Alpen membuat suhu sungai tetap rendah, bahkan di musim panas sekalipun. Kondisi ini membuat jasad Eril seolah membeku dan proses pembusukan tertunda.
"Airnya sangat dingin, sekitar 4-8 derajat Celsius. Ini yang membuat tubuh tetap terjaga," tulis Emil dalam salah satu unggahan Instagram-nya. Penjelasan ini juga selaras dengan prinsip ilmu forensik, di mana suhu rendah bisa memperlambat dekomposisi tubuh.
Banyak warga yang merasa haru mendengar penjelasan ini. Bagi keluarga, kondisi jenazah yang utuh dianggap sebagai bentuk kelembutan dari Yang Maha Kuasa, di tengah duka yang sangat dalam.
Kisah Eril meninggalkan kesan mendalam, bukan hanya karena tragisnya peristiwa itu, tapi juga bagaimana alam dan ilmu pengetahuan saling menyambung dalam menjelaskan hal yang di luar dugaan. Hingga kini, nama Eril tetap dikenang dengan keteguhan dan ketulusan hati yang ia tunjukkan semasa hidup.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.