Thailand Absen di AFC Cup: Ini Penyebabnya

Belakangan, banyak penggemar sepak bola di Asia yang bertanya-tanya mengapa klub-klub dari Thailand tidak terlihat di kompetisi AFC Cup. Jawabannya cukup sederhana: sistem pembagian kuota antar negara di turnamen Asia berbeda-beda, tergantung pada peringkat dan kebijakan federasi sepak bola setempat.

Asosiasi Sepak Bola Thailand (FAT) termasuk salah satu yang mendapat alokasi kuota khusus dari AFC (Asian Football Confederation). Namun, kuota tersebut lebih banyak dialokasikan ke Liga Champions Asia, kompetisi elit tingkat klub paling bergengsi di Asia. Artinya, klub-klub terbaik Thailand seperti Buriram United atau BG Pathum United biasanya bersaing di kompetisi tersebut, bukan di AFC Cup.

Sejak beberapa tahun terakhir, AFC melakukan restrukturisasi kompetisi klub. Sistemnya dibagi menjadi dua level utama: Liga Champions Asia di puncak, dan AFC Cup di tingkat bawahnya. Negara-negara dengan peringkat sepak bola lebih tinggi, seperti Thailand, Jepang, Korea Selatan, atau Arab Saudi, lebih difokuskan ke kompetisi utama. Sementara negara dengan peringkat lebih rendah atau liga yang sedang berkembang, seperti Kamboja, Laos, atau Mongolia, mendapat jatah utama di AFC Cup.

Jadi, bukan berarti Thailand tidak berpartisipasi—mereka hanya bermain di kompetisi yang lebih tinggi. Keputusan ini juga bertujuan menjaga kualitas pertandingan dan memberi peluang lebih besar bagi negara lain untuk unjuk gigi di kancah internasional.

Ke depannya, jika format AFC kembali berubah, bisa saja klub Thailand kembali muncul di AFC Cup. Tapi untuk sekarang, fokus mereka tetap di Liga Champions Asia—mewakili kejayaan sepak bola Thailand di level tertinggi.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait