Mengapa Nabi Sebut Ibu Tiga Kali?
Saat ditanya tentang siapa yang paling berhak atas kasih sayang kita, Nabi Muhammad ﷺ menjawab: "Ibu, lalu ibu, lalu ibu, baru kemudian ayah" (HR. Al-Bukhari dan Muslim). Jawaban ini bukan tanpa alasan. Ia menyimpan makna mendalam tentang peran seorang ibu dalam kehidupan manusia.
Imam Al-Qurthubi dalam tafsirnya menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan betapa tinggi kedudukan seorang ibu. Cinta dan penghormatan kepada ibu seharusnya tiga kali lebih besar dibandingkan kepada ayah. Mengapa? Karena seorang ibu telah melewati perjuangan luar biasa—mulai dari masa mengandung, melahirkan, hingga menyusui dan merawat anak dengan penuh kesabaran.
Bayangkan: selama sembilan bulan, seorang ibu menanggung rasa lelah, sakit, dan perubahan fisik demi menjaga janin dalam kandungannya. Setelah melahirkan pun, ia tetap menjadi pelindung utama bagi sang buah hati. Belum lagi pengorbanan waktu, tenaga, dan hati yang tak pernah lelah.
Dari sini, kita belajar bahwa menghormati ibu bukan sekadar kewajiban, tapi bentuk rasa syukur atas segala pengorbanannya. Rasulullah tidak menyebut ibu tiga kali sebagai angka semata, melainkan sebagai penggambaran betapa besar jasa dan cinta seorang ibu dalam kehidupan kita.Maka, berbakti kepada ibu bukan hanya kunci membuka surga, seperti yang disebut dalam hadits lain, tapi juga bentuk keadilan yang paling sederhana. Karena tanpa ibu, kita tak akan pernah ada di dunia ini.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.