Orang Baik Meninggal Lebih Awal, Apakah Itu Pertanda Buruk?

Ada kalanya kita mendengar kabar duka dari orang terdekat yang masih muda, baik hati, dan penuh kebaikan. Pertanyaan pun muncul: mengapa orang baik justru pergi lebih dulu? Pertanyaan ini pernah dijawab oleh Ustadz Abdul Somad (UAS) dengan penuh hikmah.

Menurut UAS, seseorang yang meninggal dalam usia muda dan dalam keadaan baik, bukanlah suatu yang perlu disesalkan. Justru, itu bisa menjadi tanda kasih sayang Allah SWT. "Karena Allah sayang dengannya, maka dia lebih cepat dipanggil," ujarnya pada Desember 2021.

Ini mengingatkan kita bahwa panjangnya umur bukan sekadar soal durasi hidup, melainkan kualitas dan manfaat yang ditinggalkan. Mereka yang diberi umur panjang, kata UAS, adalah mereka yang masih diberi kesempatan untuk menebar kebaikan lebih banyak lagi.

Jadi, kematian bukanlah kekalahan. Ia adalah bagian dari takdir yang sudah ditulis oleh Yang Maha Tahu. Orang yang pergi cepat mungkin telah menyelesaikan tugasnya, sementara yang masih hidup diminta untuk terus beramal dan menjadikan hidup bermakna.

Kematian seorang yang baik jangan dilihat sebagai kehilangan, tetapi sebagai pengingat. Bahwa kehidupan ini sementara, dan akhirat adalah tujuan yang hakiki. Alih-alih berduka terlalu dalam, lebih baik kita memanjatkan doa: “Ya Allah, terima amalnya, lapangkan kuburnya, dan masukkan dia dalam rahmat-Mu.”

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait