Kenapa Osteoartritis Bisa Menyerang Muda dan Tua?
Osteoartritis tidak selalu identik dengan usia lanjut. Meski lebih sering ditemukan pada lansia, penyakit ini nyatanya juga bisa menyerang orang muda. Yang membedakan justru pada penyebab utamanya.
Pada usia muda, osteoartritis kerap muncul akibat cedera traumatis, terutama yang melibatkan sendi lutut, pinggul, atau tangan. Aktivitas olahraga yang intens, seperti sepak bola, basket, atau angkat beban, bisa meningkatkan risiko cedera sendi. Jika tidak ditangani dengan baik, kerusakan pada tulang rawan bisa berkembang menjadi osteoartritis dalam jangka panjang. Selain cedera, faktor genetik juga berperan—beberapa orang memang lebih rentan karena keturunan, meski masih muda.
Sebaliknya, pada lansia, osteoartritis lebih banyak disebabkan oleh proses penuaan alami. Seiring bertambahnya usia, tulang rawan yang melapisi sendi cenderung melemah dan menipis. Perlahan, sendi kehilangan kemampuan untuk bergerak mulus, sehingga muncul rasa nyeri, kaku, dan bunyi “klik” saat digerakkan. Faktor seperti obesitas dan pola hidup kurang aktif juga bisa mempercepat kerusakan sendi pada usia tua.
Meskipun pemicunya berbeda, baik muda maupun tua bisa mengalami gangguan gerak yang mengganggu kualitas hidup. Kunci pencegahannya termasuk menjaga berat badan ideal, berolahraga secara teratur, serta segera menangani cedera sendi agar tidak menimbulkan kerusakan permanen.
Intinya, osteoartritis bukan sekadar “penyakit tua”. Ini adalah kondisi yang bisa dipengaruhi oleh gaya hidup, cedera, dan faktor keturunan—sehingga perlu diwaspadai siapa pun, kapan pun.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.