Mengapa Gereja Protestan Umumnya Tidak Memakai Patung?

Bagi banyak orang, keberadaan patung di tempat ibadah mungkin terlihat biasa. Namun, jika kamu pernah masuk ke gereja Protestan, kamu mungkin menyadari bahwa hampir tidak ada patung di dalamnya—tidak ada patung Yesus, Maria, atau para rasul. Mengapa demikian?

Jawabannya terletak pada keyakinan dasar umat Protestan terhadap Firman Tuhan. Mereka sangat menekankan penggunaan Alkitab sebagai pedoman utama iman, dan salah satu alasan utama di balik tidak adanya patung adalah larangan terhadap penyembahan berhala yang tertulis dalam Sepuluh Perintah Allah: "Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apa pun..." (Keluaran 20:4).

Bagi banyak denominasi Protestan, terutama yang berasal dari tradisi Reformasi seperti Gereja Reformed atau Lutheran awal, penggunaan patung di tempat ibadah dianggap berisiko mengarah pada penyembahan terhadap benda itu sendiri—bukan kepada Tuhan. Mereka khawatir jemaat bisa terjebak dalam bentuk ibadah yang salah arah, meski niat awalnya hanya untuk menghormati tokoh suci.

Meskipun demikian, bukan berarti semua Protestan menolak sama sekali bentuk seni. Beberapa gereja tetap menggunakan lukisan atau simbol salib, tetapi umumnya menghindari representasi tiga dimensi (patung) dari Yesus atau malaikat. Fokus utama tetap pada firman yang diberitakan dan ajaran Alkitab, bukan pada benda sakral.

Jadi, ketiadaan patung bukan karena kurangnya rasa hormat, melainkan bentuk kesetiaan terhadap keyakinan bahwa Tuhan harus disembah secara rohani dan berdasarkan kebenaran—bukan lewat gambar atau rupa buatan manusia.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait