Kematian Mendadak Saat Tidur: Waspadai Gangguan Jantung

Kematian mendadak saat tidur sering kali mengejutkan karena terjadi tanpa gejala yang jelas sebelumnya. Di Indonesia, banyak yang bertanya-tanya, penyakit apa yang menyebabkan seseorang bisa meninggal saat tertidur lelap. Salah satu penyebabnya, menurut British Heart Foundation, adalah Sudden Arrhythmic Death Syndrome (SADS), atau sindrom kematian mendadak akibat gangguan irama jantung.

SADS terjadi ketika jantung tiba-tiba berhenti berdetak secara normal akibat aritmia—gangguan irama jantung—yang tidak terdeteksi sebelumnya. Kejadian ini biasanya terjadi saat seseorang sedang tidur, sehingga penderitanya tidak sempat merasakan gejala seperti nyeri dada atau sesak napas yang umumnya muncul pada serangan jantung.

Penyebab pasti SADS hingga kini masih belum sepenuhnya dipahami. Namun, diduga kuat ada faktor keturunan atau kelainan genetik yang memengaruhi sistem listrik jantung. Beberapa kondisi seperti Long QT Syndrome atau Brugada Syndrome bisa meningkatkan risiko terjadinya SADS, terutama pada usia muda tanpa riwayat penyakit jantung yang jelas.

Meski terdengar menakutkan, kasus SADS tergolong langka. Namun, penting bagi keluarga yang memiliki riwayat kematian mendadak saat tidur untuk waspada. Deteksi dini melalui pemeriksaan EKG atau konseling genetik bisa membantu mencegah risiko serupa terjadi pada anggota keluarga lainnya.

Karena itu, menjaga pola hidup sehat, rutin cek kesehatan jantung, dan waspada terhadap riwayat keluarga adalah langkah penting. Tidur yang nyenyak seharusnya membawa ketenangan, bukan ancaman.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait