Mengenal Gejala Nyeri Akibat Miom

Miom atau fibroid rahim sering kali berkembang tanpa disadari karena ukurannya yang kecil. Namun, seiring berjalannya waktu, benjolan non-kanker ini dapat terus tumbuh. Ketika ukuran miom semakin membesar, pembuluh darah di sekitarnya tidak lagi mampu memasok darah dan oksigen secara optimal ke jaringan tersebut. Kondisi ini memicu terjadinya jaringan mati sesaat yang menyebabkan rasa sakit yang intens di daerah perut bagian bawah atau punggung bawah.

Rasa nyeri yang ditimbulkan bisa terasa seperti tekanan yang konstan, kram menstruasi yang jauh lebih parah dari biasanya, hingga sensasi begah di area panggul. Selain memicu nyeri punggung dan perut, miom yang terus membesar juga sering kali memberikan tekanan langsung pada organ di sekitarnya, seperti kandung kemih dan rektum. Akibatnya, wanita yang mengalami kondisi ini mungkin akan lebih sering buang air kecil atau justru mengalami sembelit.

Melansir data dari National Health Service (NHS) UK, salah satu gejala spesifik yang kerap dikeluhkan adalah nyeri hebat saat berhubungan intim (dispareunia). Tekanan fisik pada dinding rahim yang meregang akibat miom menjadi pemicu utama ketidaknyamanan ini, yang jika dibiarkan tentu dapat mengganggu kualitas hidup dan keharmonisan pasangan.

Jika Anda sering merasakan nyeri panggul yang tak kunjung sembuh, menstruasi dengan volume darah berlebih, atau ketidaknyamanan saat beraktivitas intim, sangat disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan. Pemeriksaan dini seperti USG dapat membantu mendeteksi keberadaan miom secara akurat agar penanganan yang tepat bisa segera dilakukan sebelum ukurannya kian membesar.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait