Agama Nasrani dan Peran Nabi Isa dalam Islam
Dalam Islam, setiap agama yang datang dari Allah dibawa oleh seorang nabi atau rasul. Agama Nasrani, yang dikenal juga sebagai agama Kristen, dibawa oleh Nabi Isa—yang dalam kitab suci Al-Qur'an disebut sebagai Isa putra Maryam. Bagi umat Muslim, Nabi Isa bukan hanya sosok penting dalam sejarah keagamaan, tetapi juga salah satu rasul utama yang diutus Allah untuk membimbing umat manusia.
Menurut ajaran Islam, agama yang dibawa oleh para nabi—termasuk Nabi Musa dengan Taurat dan Nabi Isa dengan Injil—semuanya merupakan bentuk dari Islam dalam pengertian luas: berserah diri kepada kehendak Allah. Dalam pandangan ini, agama Yahudi dan Nasrani tidak dipisahkan secara kaku dari Islam, melainkan dilihat sebagai bagian dari rangkaian wahyu ilahi yang berkesinambungan.
Nabi Isa dihormati dalam Islam sebagai sosok yang suci, dilahirkan secara ajaib dari Ibu Maria (Maryam), dan diberi mukjizat untuk menyembuhkan orang sakit serta menghidupkan yang mati—dengan izin Allah. Namun, Islam tidak mengajarkan bahwa Nabi Isa adalah Tuhan atau anak Tuhan, sebagaimana diyakini oleh sebagian umat Kristen. Sebaliknya, dalam Islam, beliau adalah hamba Allah dan utusan-Nya.
Umat Muslim percaya bahwa ajaran asli Nabi Isa—yang disebut agama Nasrani—pada mulanya juga merupakan kebenaran dari Allah, meskipun menurut Al-Qur'an, ajaran tersebut kemudian mengalami perubahan seiring waktu. Maka dari itu, kedatangan Nabi Muhammad saw. di akhir zaman dipandang sebagai penyempurna risalah para nabi sebelumnya.
Dengan demikian, dalam pandangan Islam, Nabi Isa adalah utusan Allah yang membawa petunjuk, dan penghormatan terhadapnya merupakan bagian dari iman kepada seluruh nabi.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.