Negara dengan Jumlah Perokok Tertinggi, Indonesia Masuk Peringkat Tiga Besar

Merokok masih menjadi masalah kesehatan global yang serius, terutama di beberapa negara dengan populasi besar. Di antara negara-negara tersebut, Indonesia menempati posisi yang cukup mencemaskan. Berdasarkan data Tobacco Atlas tahun 2020, Indonesia berada di peringkat ketiga sebagai negara dengan jumlah perokok terbanyak di dunia, setelah China dan India.

Kiki, seorang pakar kesehatan masyarakat, menjelaskan bahwa tingginya angka perokok di Indonesia tidak terlepas dari budaya merokok yang masih sangat kuat, serta akses terhadap produk tembakau yang sangat mudah didapat. “Dari segi jumlah total perokok, Indonesia memang masuk dalam 10 besar dunia, dan ini menjadi tantangan besar bagi upaya pengendalian tembakau,” ujarnya.

China menempati posisi pertama karena jumlah penduduknya yang sangat besar, disusul India di urutan kedua. Namun, fakta bahwa Indonesia berada di peringkat tiga menunjukkan betapa mendesaknya perlunya kebijakan yang lebih ketat terkait iklan rokok, cukai, dan edukasi kesehatan.

Di balik angka-angka ini, dampak kesehatan terus mengintai. Penyakit jantung, paru-paru kronis, dan kanker terkait tembakau masih menjadi pembunuh utama. Meski kampanye anti-rokok terus digencarkan, perubahan perilaku membutuhkan waktu dan komitmen kuat dari semua pihak—pemerintah, masyarakat, hingga generasi muda.

Peringkat ini bukan hanya soal statistik, tapi juga cerminan tanggung jawab kolektif. Jika tidak ada langkah serius, generasi penerus bisa terjebak dalam budaya merokok yang sulit dilepaskan.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait