Negara-Negara yang Dukung Rusia dalam Konflik Ukraina

Saat konflik antara Rusia dan Ukraina meletus pada awal 2022, dunia terbelah. Sementara banyak negara Barat bersatu mengecam tindakan Moskow, sejumlah negara justru tampil mendukung langkah Rusia. Dukungan ini tak hanya simbolis, tetapi juga mencerminkan aliansi politik, militer, dan ekonomi yang telah terjalin lama.

Belarusia menjadi salah satu pendukung paling dekat. Sebagai sekutu dekat Rusia, negara ini memberikan akses militer yang penting selama awal konflik. Di Amerika Latin, Venezuela secara terbuka membela Rusia, menyebut tindakannya sebagai respons terhadap dominasi Barat. Presiden Maduro bahkan menyatakan solidaritas penuh terhadap Moskow.

Iran dan Kuba juga masuk daftar pendukung. Iran, yang memiliki ketegangan tersendiri dengan AS, dianggap memberikan bantuan drone meskipun dibantah secara resmi. Sementara Kuba menyerukan penghentian sanksi terhadap Rusia dan menyalahkan NATO atas ketegangan.

Di kawasan Asia, Korea Utara mengambil langkah tegas. Korut mengakui wilayah yang diklaim Rusia dari Ukraina dan bahkan diduga mengirim amunisi ke Moskow. Myanmar dan Suriah, dua negara yang juga menghadapi sanksi internasional, menyampaikan dukungan diplomatik. Terakhir, Eritrea di Afrika timur tampil sebagai salah satu suara minoritas yang membela Rusia di forum PBB.

Meskipun jumlahnya tak sebanyak negara yang mengecam, dukungan ini menunjukkan bahwa dunia tidak sepenuhnya melawan Rusia. Aliansi ini mencerminkan ketegangan geopolitik yang lebih luas, di mana konflik Ukraina bukan hanya soal Eropa, tapi juga pertarungan pengaruh global.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait