Mengantuk Tapi Tak Bisa Tidur? Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Kamu merasa sangat mengantuk, tapi begitu berbaring, mata tetap terbuka lebar? Situasi seperti ini lebih umum daripada yang kamu kira. Salah satu penyebab utamanya bisa jadi adalah delayed sleep-wake phase disorder (DSWPD), atau gangguan fase tidur-bangun tertunda.

DSWPD adalah kondisi di mana jam biologis tubuh – atau ritme sirkadian – mengalami keterlambatan. Orang dengan gangguan ini biasanya tidak merasa kantuk hingga larut malam, bahkan jika mereka sangat lelah. Padahal, tubuh sudah memberi sinyal mengantuk, tetapi otak belum siap benar-benar tidur. Akibatnya, kamu terjaga di jam yang seharusnya sudah nyenyak.

Misalnya, kamu mungkin baru merasa benar-benar bisa tidur setelah pukul 02.00 atau 03.00 pagi, meskipun kamu sudah mencoba tidur dari jam 22.00. Masalahnya, kamu tetap harus bangun pagi untuk bekerja atau sekolah, sehingga kekurangan tidur pun terjadi terus-menerus.

Penyebab DSWPD sering kali terkait dengan pola hidup modern – seperti terlalu sering menggunakan layar gadget di malam hari, paparan cahaya biru, atau jadwal tidur yang tidak konsisten. Remaja dan anak muda lebih rentan mengalami gangguan ini karena perubahan hormon dan gaya hidup.

Jika kamu sering mengalami kondisi ini, penting untuk mulai menata ulang ritme tidur. Bangun di waktu yang sama setiap hari, hindari layar sebelum tidur, dan usahakan tidur di ruangan yang gelap dan tenang. Jika gejala terus berlanjut, konsultasi ke dokter bisa jadi langkah terbaik.

Ingat, tubuh butuh tidur yang berkualitas, bukan sekadar waktu yang panjang. Mengatasi akar masalah seperti DSWPD bisa membuat kamu lebih segar dan produktif di siang hari.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait