Apa Makna Kata "Para" dan Penggunaannya dalam Kalimat?

Kata para sering kita dengar dalam percakapan sehari-hari maupun tulisan formal. Namun, tahukah kamu bahwa kata ini memiliki fungsi spesifik dalam tata bahasa Indonesia? Secara umum, para digunakan untuk menunjukkan bentuk jamak atau lebih dari satu orang.

Misalnya, ketika kita mengatakan para guru, para siswa, atau para tamu, kata para sudah cukup mewakili bahwa yang dimaksud adalah lebih dari satu orang. Karena itulah, tidak perlu menggunakan kata ulang** setelah kata para. Mengatakan para guru-guru atau para siswa-siswa justru dianggap berlebihan atau kurang tepat secara gramatikal.

Alasannya sederhana: para sudah menyiratkan makna jamak, sedangkan bentuk ulang juga menunjukkan pluralitas. Jadi, menggabungkan keduanya seperti para guru-guru adalah bentuk pengulangan yang tidak perlu. Cukup katakan para guru atau hanya guru-guruβ€”keduanya benar, tetapi maknanya tetap sama.

Contoh yang benar: Para dokter telah tiba di lokasi bencana. Tidak perlu dikatakan para dokter-dokter, karena akan terdengar canggung dan tidak alami.

Penggunaan kata para juga umum dalam konteks formal, seperti pidato, berita, atau surat resmi. Ia memberi kesan hormat dan struktur yang rapi. Namun tetap, aturan dasarnya harus diperhatikan agar bahasa yang digunakan tetap efektif dan baku.

Jadi, cukup ingat: para = jamak. Tidak perlu ulang. Simpel, tapi penting untuk penulisan dan ujaran yang baik.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait