Penyakit Akibat Kekurangan Gizi yang Perlu Diwaspadai
Kekurangan gizi bukan hanya soal makan sedikit, tapi juga soal asupan nutrisi yang tidak seimbang. Banyak penyakit muncul karena tubuh kekurangan zat-zat penting untuk berfungsi dengan baik. Beberapa di antaranya bahkan bisa mengancam nyawa jika tidak ditangani dengan cepat.
Kwashiorkor dan marasmus adalah dua bentuk gizi buruk yang paling dikenal, terutama pada anak-anak. Kwashiorkor terjadi karena kekurangan protein, meski asupan kalori mungkin cukup, dan sering ditandai dengan pembengkakan di kaki dan perut. Sementara marasmus muncul akibat kekurangan kalori dan protein secara umum, membuat tubuh sangat kurus dan lemah.
Anemia juga sangat umum, terutama akibat kekurangan zat besi. Gejalanya seperti lemas, lesu, dan kulit pucat. Kondisi ini sering menyerang ibu hamil dan anak kecil, tetapi bisa dicegah dengan pola makan bergizi seimbang.
Lalu ada gondok, pembengkakan kelenjar tiroid karena kekurangan yodium. Meski kini jarang, kasusnya masih ditemukan di daerah dengan akses garam beryodium yang terbatas.
Kekurangan elektrolit seperti hiponatremia (kekurangan natrium) dan hipokalemia (kekurangan kalium) bisa menyebabkan gangguan jantung, otot lemas, bahkan kejang. Ini sering terjadi pada orang yang mengalami muntah berkepanjangan, diare, atau pola makan sangat terbatas.
Terakhir, defisiensi vitamin—seperti kekurangan vitamin A yang bisa sebabkan rabun senja, atau vitamin D yang berpengaruh pada kesehatan tulang—juga bagian dari dampak malnutrisi. Pencegahannya sederhana: makan beragam, cukup, dan seimbang.
Menjaga asupan gizi bukan hanya soal makan kenyang, tapi makan dengan benar. Karena tubuh butuh lebih dari sekadar rasa kenyang.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.