Apakah Penyakit Kelenjar Getah Bening Termasuk Kanker?

Tidak semua penyakit kelenjar getah bening adalah kanker. Kelenjar getah bening yang membengkak justru lebih sering terjadi karena infeksi ringan seperti flu, radang tenggorokan, atau infeksi kulit. Saat tubuh melawan kuman, kelenjar getah bening bisa membengkak dan terasa nyeri—ini adalah tanda sistem kekebalan bekerja secara normal.

Namun, ada juga kondisi kanker yang menyerang kelenjar getah bening, yaitu limfoma. Limfoma dibagi menjadi dua jenis utama: limfoma Hodgkin dan limfoma non-Hodgkin. Kedua jenis ini termasuk kanker darah yang memengaruhi sel-sel limfosit, komponen penting dalam sistem imun. Gejala yang bisa dikenali antara lain pembengkakan kelenjar di leher, ketiak, atau selangkangan tanpa rasa sakit, demam tanpa sebab jelas, berkeringat dingin di malam hari, penurunan berat badan tiba-tiba, dan cepat lelah.

Meski terdengar serius, limfoma bisa diobati, terutama bila terdeteksi sejak dini. Terapi yang diberikan antara lain kemoterapi, radioterapi, atau transplantasi sel punca, tergantung jenis dan stadiumnya.

Penting untuk tidak panik bila menemukan benjolan di kelenjar getah bening. Namun, jika benjolan tidak hilang dalam beberapa minggu, terus membesar, atau disertai gejala lain seperti yang disebutkan di atas, sebaiknya segera konsultasi ke dokter. Pemeriksaan lebih lanjut seperti USG, biopsi, atau darah bisa membantu menentukan penyebabnya—apakah hanya infeksi atau kondisi yang lebih serius.

Jaga kesehatan tubuh, waspada terhadap perubahan, dan jangan ragu memeriksakan diri. Deteksi dini tetap kunci utama dalam penanganan berbagai penyakit, termasuk kanker.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait