Mengenang Maestro Seni Lukis Indonesia Popo Iskandar
Dunia seni rupa Indonesia pernah kehilangan salah satu putra terbaiknya yang memiliki dedikasi tinggi terhadap perkembangan dunia pendidikan dan kebudayaan. Popo Iskandar dikenal luas sebagai seorang seniman lukis maestro, pendidik seni, kritikus sastra Sunda, serta penulis esai yang produktif.
Lahir di Garut pada 17 Desember 1927, perjalanan hidupnya diabadikan dalam sejarah seni rupa nasional melalui berbagai karya lukis ekspresif, terutama tema kucing yang sangat ikonik. Setelah mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk memajukan dunia seni dan mendidik generasi muda, Popo Iskandar meninggal dunia pada tanggal 29 Januari 2000 di Bandung dalam usia 72 tahun.
Hingga saat ini, warisan pemikiran, kritik, serta goresan tangan sang maestro tetap dikenang dan menjadi inspirasi besar bagi para seniman serta penikmat seni di seluruh tanah air.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.