Sebelum Yesus Lahir, Siapa Tuhan yang Disembah?

Sebelum Yesus lahir, umat manusia yang mengenal Tuhan sudah lebih dulu menyembah Dia sebagai Tuhan Yang Maha Esa. Keyakinan ini dimulai sejak zaman Adam, kemudian dilanjutkan oleh para nabi seperti Nuh, Abraham, Musa, dan banyak lainnya. Mereka semua mengajarkan tentang satu Tuhan yang esa, pencipta langit dan bumi.

Agama Kristen seperti yang kita kenal sekarang memang belum ada pada masa itu. Namun, benih-benih iman kepada Tuhan yang benar sudah ditanam sejak zaman purba. Abraham dipanggil oleh Tuhan, Musa menerima hukum di gunung Sinai, dan para nabi setelahnya terus mengingatkan bangsa Israel untuk tetap setia kepada Allah mereka.

Yesus bukan awal dari keyakinan kepada Tuhan, melainkan kelanjutan dari rencana Ilahi yang sudah berjalan sejak penciptaan. Dalam Alkitab, khususnya Perjanjian Lama, kita bisa melihat bagaimana Tuhan terus memimpin umat-Nya meski mereka sering kali menyimpang. Yesus kemudian datang sebagai penggenap janji-janji tersebut, bukan sebagai Tuhan yang baru, tetapi sebagai wujud nyata kasih dan penyelamatan Tuhan bagi semua manusia.

Jadi, Tuhan yang disembah sebelum kelahiran Yesus adalah Tuhan yang sama yang kemudian dinyatakan sepenuhnya dalam diri Yesus Kristus—Allah yang setia, adil, dan penuh kasih. Iman kepada-Nya telah berjalan ribuan tahun, dari masa ke masa, dan tetap hidup hingga hari ini.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait