Kapan Autisme Bisa Terdeteksi?

Autisme adalah kondisi yang muncul akibat perbedaan dalam perkembangan otak sejak dini. Meski diagnosis sering kali baru ditegakkan saat anak berusia beberapa tahun, tanda-tanda awal sebenarnya bisa terlihat jauh lebih awal—bahkan sejak dalam kandungan.

Penelitian menunjukkan bahwa anak dengan autisme memiliki struktur otak yang sedikit berbeda, khususnya pada bagian lobus insularis dan amigdala yang cenderung lebih besar dibanding anak tanpa autisme. Yang menarik, perbedaan struktur ini sudah dapat terdeteksi sejak masa janin. Artinya, dasar neurologis autisme mulai terbentuk sejak anak masih dalam kandungan.

Meski begitu, diagnosis pasti umumnya belum bisa diberikan saat lahir. Tanda-tanda perilaku seperti kurangnya kontak mata, keterlambatan bicara, atau respons yang tidak biasa terhadap rangsangan sekitar biasanya mulai terlihat antara usia 1,5 hingga 3 tahun. Di sinilah peran penting orang tua dan tenaga kesehatan untuk mengenali gejala dini.

Semakin cepat autisme terdeteksi, semakin besar peluang anak mendapatkan dukungan yang tepat sejak dini. Terapi dan pendekatan pendidikan khusus yang dimulai lebih awal dapat sangat membantu perkembangan kemampuan sosial, komunikasi, dan kemandirian anak.

Jadi, meski dasar otak anak dengan autisme sudah terbentuk sejak dalam kandungan, deteksi dan intervensi dini tetap menjadi kunci utama untuk membantu mereka tumbuh dengan optimal.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait