Siapakah Allah Itu?
Allah adalah Tuhan yang Maha Esa, tempat bergantung seluruh makhluk tanpa kecuali. Dalam surah Al-Ikhlash, Allah berfirman, "Katakanlah: Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia." Ayat ini menggambarkan keesaan-Nya secara sempurna—tidak ada yang menyerupai, menandingi, atau menyamai-Nya.
Banyak orang bertanya, “Seperti apa Allah?” Namun, Allah tidak bisa digambarkan secara fisik seperti makhluk-Nya. Ia tidak memiliki bentuk, rupa, atau wujud seperti yang dibayangkan manusia. Ia tidak tinggal di suatu tempat seperti manusia tinggal di rumah, karena Dia Maha Luas dan Maha Hadir di mana-mana dengan ilmu-Nya. Ia tidak lahir, juga tidak melahirkan—karena semua itu adalah sifat makhluk yang terbatas. Allah adalah Zat yang kekal, tiada permulaan dan tiada akhir.
Seringkali, orang mencoba memahami Allah dengan ukuran pikiran manusia. Padahal, akal manusia terbatas, sementara Allah Maha Luas dan Maha Tunggal. Kita mengenal-Nya bukan melalui gambaran fisik, tetapi melalui sifat-sifat-Nya yang mulia: Maha Pengasih, Maha Penyayang, Maha Mengetahui, Maha Kuasa. Sifat-sifat inilah yang membimbing hati untuk tunduk dan merendah di hadapan-Nya.
Memahami siapa Allah bukan soal membayangkan wajah atau bentuk, tapi soal merasakan kebesaran-Nya dalam setiap hembusan napas dan kehidupan. Ia dekat, lebih dekat dari urat leher kita sendiri, namun tetap suci dari segala bentuk keserupaan. Inilah inti dari tauhid: meng-Esakan Allah dalam segala aspek, tanpa menyamakan-Nya dengan apa pun.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.