Setelah Miliar, Apa Sih? Miliar, Biliun, Triliun—Mana yang Benar?

Semakin besar angka, semakin membingungkan sebutannya. Banyak orang bertanya: setelah miliar, apa? Jawabannya sebenarnya tergantung sistem yang dipakai—karena ada dua sistem yang beredar di dunia, dan Indonesia sempat terjepit di antaranya.

Di Indonesia, miliar biasanya berarti 1.000 juta (1 miliar = 1.000.000.000). Itu sistem yang umum digunakan sekarang, sesuai standar internasional (short scale). Tapi dulu, pernah ada kebiasaan memakai sistem lama (long scale), di mana "biliun" berarti 1.000.000 juta atau 1 triliun dalam sistem modern. Jadi, menurut sistem lama, setelah miliar (10⁹) baru muncul "biliun" (10¹²), lalu "triliun" (10¹⁸).

Kini, dalam kehidupan sehari-hari dan media di Indonesia, istilah "triliun" sudah sering terdengar—misalnya saat membahas anggaran negara atau utang pemerintah. Dan di sini, "triliun" berarti 1.000 miliar atau 10¹², bukan 10¹⁸. Artinya, Indonesia secara praktik sudah mengikuti sistem short scale seperti di Amerika Serikat.

Jadi, setelah miliar adalah triliun—dengan catatan: satu triliun itu 1.000.000.000.000 (dua belas nol). Meski sempat ada kebiasaan menulis "biliun" untuk angka yang lebih besar, sekarang istilah itu nyaris tak terpakai dan bisa membingungkan.

Intinya: miliar = 9 nol, triliun = 12 nol. Simpel, asal tahu sistemnya. Jadi, kalau dengar angka "dua triliun", itu artinya dua juta miliar—bukan main besar! Angka-angka begitu kini jadi bagian dari percakapan ekonomi kita sehari-hari.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait