Kenapa Pakai "Is" untuk "She"?
Saat belajar bahasa Inggris, kamu pasti pernah bingung kapan harus pakai is, terutama saat menyebut orang atau benda. Nah, salah satu aturan dasarnya adalah: is digunakan untuk subjek he (dia laki-laki), she (dia perempuan), dan it (benda atau hewan yang tidak disebut jenis kelaminnya).
Jadi, kalau kamu bilang "She is happy", artinya "Dia perempuan itu bahagia", maka kata is wajib hadir karena subjeknya she. Begitu juga dengan he is tall (dia laki-laki itu tinggi) atau it is raining (hujan turun). Tanpa is, kalimatnya terasa aneh dan kurang lengkap.
Ini bagian dari pelajaran to be, yang punya tiga bentuk utama dalam bentuk present tense: am, is, dan are. Kita pakai is hanya untuk tiga subjek tadi: he, she, dan it. Sederhana, tapi sering bikin salah kalau belum terbiasa.
Contoh lain: She is a teacher (Dia seorang guru), It is a cat (Itu seekor kucing). Lihat? Selalu pakai is setelah she atau it.
Intinya, saat kamu menyebut orang perempuan atau benda dengan kata she atau it, jangan lupa sertakan is agar kalimatnya benar secara tata bahasa. Semakin sering dipraktikkan, semakin otomatis terasa!
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.