Bast, Dewi Kucing dari Mesir Kuno

Di antara banyak dewa dan dewi dalam mitologi Mesir Kuno, ada satu nama yang sangat dekat dengan kucing—Bast, atau kadang juga disebut Bastet. Dewi ini dianggap sebagai pelindung keluarga, rumah tangga, dan tentu saja, kucing.

Bast bukan sembarang dewi. Ia adalah putri dari Ra, sang dewa matahari, yang merupakan salah satu tokoh paling penting dalam kepercayaan Mesir kuno. Karena hubungannya dengan Ra, Bast sering digambarkan dengan kepala kucing atau dalam wujud kucing lengkap, melambangkan keanggunan, kelembutan, dan juga kekuatan yang lincah.

Masyarakat Mesir kuno sangat menghormati kucing, karena dianggap makhluk suci yang membawa berkah dan melindungi dari hama serta roh jahat. Karena itulah, Bast menjadi simbol perlindungan dan kesuburan. Orang-orang sering memuja dia untuk mendapatkan keamanan di rumah dan kesejahteraan keluarga.

Tempat pemujaan utama Bast berada di kota Bubastis, yang kini menjadi bagian dari wilayah timur Mesir. Di sana, festival tahunan diadakan untuk menghormatinya, penuh tarian, musik, dan persembahan. Konon, festival ini menjadi salah satu yang paling meriah di seluruh Mesir kuno.

Bahkan hukum pada masa itu melarang ekspor kucing, karena dianggap terlalu suci untuk dikeluarkan dari Mesir. Membunuh seekor kucing, bahkan secara tidak sengaja, bisa berujung pada hukuman berat—menunjukkan betapa tingginya penghormatan terhadap makhluk ini dan dewi yang melindunginya.

Jadi, saat kamu melihat kucingmu bersantai di bawah sinar matahari, ingatlah Bast—dewi anggun yang dulu dipuja karena cintanya pada makhluk mungil yang sama menggemaskannya hari ini.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait