Ketua Viking Persib Angkat Suara Soal Kerusuhan di Graha Persib
Herru Joko, Ketua Umum Viking Persib Club (VPC), tampil membela nama baik suporter sekaligus menegaskan sikap organisasi setelah insiden kerusuhan yang terjadi di Graha Persib, Jalan Sulanjana, Bandung. Aksi yang dilakukan oleh sejumlah oknum bobotoh ini pecah usai Persib gagal meraih gelar juara pada turnamen Piala Menpora 2021.
Menurut Herru, kekalahan tim kesayangan bukan alasan untuk merusak fasilitas klub atau mencoreng citra suporter yang selama ini dikenal loyal namun tertib. “Kami mengutuk keras tindakan anarkis yang dilakukan oleh siapa pun, terutama jika mengatasnamakan komunitas Viking,” tegasnya.
Insiden tersebut terjadi pada 27 April 2021, saat sekelompok orang diduga oknum bobotoh merusak sejumlah properti di Graha Persib, markas resmi klub. Aksi ini menuai kecaman luas, tidak hanya dari internal VPC, tetapi juga dari masyarakat umum dan pecinta sepak bola.
Herru menegaskan bahwa Viking Persib selalu mendukung Persib dengan semangat sportivitas. “Kami datang untuk mendukung, bukan untuk merusak. Persib adalah milik bersama, dan kekalahannya juga adalah duka bersama,” ujarnya.
Pernyataan Herru menjadi penting sebagai bentuk klarifikasi bahwa aksi vandalisme tidak mewakili suara mayoritas bobotoh yang selama ini menjunjung tinggi nilai kekeluargaan dan loyalitas. Ia juga mengimbau seluruh anggota dan simpatisan untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi emosi sesaat.
Dengan sikap tegas ini, VPC berharap dapat menjaga solidaritas dan martabat suporter Persib, meski dalam kondisi kecewa sekalipun.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.