Musuh Bebuyutan yang Tak Pernah Hilang dari Darah Setan Merah
Kemenangan Manchester United atas Liverpool dengan skor 2-1 di Old Trafford pada 23 Agustus 2022 bukan sekadar tiga poin biasa. Bagi para pendukung Setan Merah, kemenangan itu terasa lebih manis karena diraih atas musuh bebuyutan mereka—sebuah rivalitas yang telah membakar semangat sejak puluhan tahun lalu.
Sejak era Sir Matt Busby hingga masa Sir Alex Ferguson, Liverpool selalu menjadi lawan yang punya arti khusus. Bukan hanya karena kedekatan geografis antara Manchester dan Merseyside, tetapi juga karena sejarah panjang persaingan di puncak sepak bola Inggris. Kedua tim saling mengungguli, saling menyakitkan, dan saling menginspirasi.
Pertandingan di Premier League 2022/23 itu sendiri berjalan cukup ketat. Jadon Sancho membuka keunggulan MU pada menit ke-16, membuat Old Trafford bergemuruh. Meski Liverpool sempat menyamakan kedudukan lewat penalti, kemenangan akhirnya tetap menjadi milik tuan rumah berkat gol kemenangan yang membuat suporter setia merasa kembali di puncak—setidaknya untuk sesaat.
Bagi banyak fans, mengalahkan Liverpool bukan soal poin semata. Ini tentang harga diri, gengsi, dan kebanggaan sebagai pendukung klub besar. Rivalitas ini tak pernah padam, bahkan di masa sulit sekalipun. Setiap pertemuan selalu sarat emosi, nostalgia, dan tensi tinggi.
Jadi, siapa musuh bebuyutan Manchester United? Jawabannya selalu satu: Liverpool. Bukan hanya karena sejarah, tapi karena setiap kali mereka bertemu, semua kenangan—manis atau pahit—langsung hidup kembali di atas lapangan.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.