Siapa Nabi Terakhir dalam Alkitab?
Bagi banyak orang yang membaca Alkitab, pertanyaan tentang siapa nabi terakhir sering muncul, terutama karena ada perbedaan antara susunan kitab dalam tradisi Kristen dan Yahudi. Dalam Alkitab Kristen, nabi terakhir yang namanya menjadi judul kitab adalah Maleakhi. Ia menulis kitab Maleakhi, yang merupakan buku penutup dari Perjanjian Lama.
Kitab Maleakhi berisi pesan tentang pertobatan, kesetiaan kepada Allah, dan janji tentang kedatangan seorang utusan yang akan "mempersiapkan jalan" sebelum hari Tuhan tiba. Dalam Maleakhi 4:4–6 (versi Kristen), terdapat pengharapan akan kembalinya nabi Elia sebelum hari yang besar itu datang. Ayat-ayat ini kemudian sering dikaitkan dengan pelayanan Yohanes Pembaptis dalam tradisi Kristen.
Meski Maleakhi menjadi penutup Perjanjian Lama dalam Alkitab Kristen, dalam Tanakh (Alkitab Ibrani), urutan kitab berbeda. Namun, Maleakhi tetap dianggap sebagai salah satu nabi terakhir dalam tradisi Yahudi, meskipun tidak semua aliran memandangnya sebagai nabi terakhir secara mutlak.
Yang menarik, setelah kitab Maleakhi, ada periode panjang tanpa wahyu langsung—dikenal sebagai masa "400 tahun keheningan ilahi"—hingga kemunculan Yohanes Pembaptis dan Yesus dalam Perjanjian Baru. Ini membuat Maleakhi menjadi sosok penting sebagai penghubung antara dua zaman.
Jadi, meskipun tidak banyak yang diketahui tentang dirinya secara pribadi, Maleakhi tetap meninggalkan warisan besar sebagai suara terakhir dari para nabi dalam Alkitab sebelum fajar masa baru dimulai.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.