Siapa Ibu Susu Pertama Nabi Muhammad?

Dalam sejarah kelahiran Nabi Muhammad SAW, ada sosok perempuan yang memainkan peran penting sejak hari-hari pertama beliau lahir. Sebelum Halimah As-Sa'diyah, yang lebih dikenal sebagai ibu susu Nabi, ternyata ada seorang wanita bernama Tsuwaibah yang pertama kali menyusui beliau.

Tsuwaibah bukan sembarang orang. Ia adalah budak perempuan milik Abu Lahab, paman Nabi yang dikenal memusuhi ajaran Islam. Namun, justru Tsuwaibah-lah yang pertama kali mengasuh dan menyusui bayi Muhammad selama sekitar empat bulan, sebelum akhirnya diserahkan kepada Halimah dari kabilah Bani Sa'ad.

Meski hanya dalam waktu singkat, jasa Tsuwaibah sangat dihargai. Bahkan, ketika Nabi Muhammad SAW kemudian menerima kabar tentang kematian Abu Lahab, beliau bersabda bahwa Tsuwaibah diberi keringanan siksa karena jasanya menyusui beliau. Ini menunjukkan betapa mulia peran seorang pengasuh dalam pandangan Islam.

Siti Khadijah, istri pertama Nabi, juga sangat menghormati Tsuwaibah. Saat sang Nabi menerima wahyu pertama, Khadijah langsung mengingat Tsuwaibah dan menyebutnya sebagai wanita yang membawa berkah. Hal ini menunjukkan bahwa kasih sayang dan perawatan Tsuwaibah meninggalkan kesan mendalam.

Kisah Tsuwaibah mengingatkan kita bahwa setiap tindakan baik, sekecil apa pun—terlepas dari latar belakang pelakunya—akan selalu diingat dan dimuliakan. Dalam konteks ini, peran seorang ibu susu bukan sekadar tradisi, tetapi bagian dari kasih sayang yang membentuk masa kecil Nabi dengan penuh hikmah.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait