Siapa Maria, Ibu dari Yesus?

Dalam iman Kristen, Maria dikenal sebagai ibu dari Yesus, yang oleh umat percaya adalah Anak Tuhan. Maria bukan hanya seorang ibu secara jasmani, tetapi juga tokoh sentral dalam kisah kelahiran dan awal kehidupan Yesus. Ia dihormati karena imannya yang teguh dan ketulusan hatinya saat menerima panggilan ilahi.

Maria adalah seorang perempuan sederhana dari Nazaret, seorang gadis muda yang dipilih oleh Allah untuk melahirkan Yesus melalui karya Roh Kudus. Menurut Injil Lukas, malaikat Gabriel datang kepadanya dan menyampaikan kabar luar biasa: ia akan melahirkan Anak yang akan disebut Anak Tuhan. Meski bingung, Maria merespons dengan iman: “Sesungguhnya aku ini hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” (Lukas 1:38).

Maria kemudian menjadi simbol ketaatan, kerendahan hati, dan kepercayaan kepada rencana ilahi. Ia hadir dalam momen-momen penting—kelahiran Yesus di kandang domba, saat Yesus hilang di Bait Suci, hingga berdiri di kaki salib. Dalam Alkitab, Yesus sendiri memanggilnya “Ibu” (Yohanes 2:1, 19:26), menunjukkan hubungan yang penuh kasih.

Gereja Katolik dan sejumlah tradisi Kristen lainnya menghormati Maria sebagai “Bunda Allah”, bukan karena ia ilahi, tetapi karena peran uniknya sebagai ibu dari Sang Penyelamat. Doa-doa seperti “Salam Maria” mencerminkan penghormatan ini. Namun, semua aliran Kristen sepakat: Maria adalah perempuan luar biasa yang dipilih untuk bagian terpenting dalam rencana penebusan manusia.

Jadi, ketika ditanya siapa nama ibu Tuhan, jawabannya adalah Maria—seorang wanita biasa yang dipanggil untuk melakukan hal luar biasa.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait