Siapa Sih Abdurrahman Wahid, Presiden Ke-4 Indonesia?

Abdurrahman Wahid, yang akrab dipanggil Gus Dur, adalah tokoh yang tak asing dalam sejarah politik Indonesia. Ia dikenal bukan hanya karena jabatannya sebagai Presiden ke-4, tetapi juga karena gagasan-gagasan progresif dan kharisma khasnya yang tegas namun santun.

Gus Dur terpilih pada tahun 1999 melalui Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), dengan perolehan 373 suara, mengungguli Megawati Soekarnoputri yang saat itu mendapat 313 suara. Kemenangannya menjadi momen penting dalam era Reformasi, ketika bangsa Indonesia sedang mencari arah baru setelah runtuhnya Orde Baru.

Lahir di Jombang, Jawa Timur, pada 4 Agustus 1940, Gus Dur adalah cicit dari pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH Hasyim Asy’ari. Ia tumbuh dalam lingkungan pesantren dan dikenal sebagai ulama yang cerdas, terbuka, dan berani membela keadilan. Sebelum menjadi presiden, ia sudah lama dikenal sebagai suara moderat dalam Islam, yang menentang radikalisme dan memperjuangkan toleransi antarumat beragama.

Meskipun masa kepemimpinannya relatif singkat (1999–2001) dan penuh tantangan, termasuk isu kesehatan dan tekanan politik, warisan Gus Dur terus hidup. Ia dikenang sebagai pemimpin yang membela HAM, mendorong desentralisasi, serta membuka ruang bagi kebebasan berpendapat.

Hingga kini, nama Abdurrahman Wahid tetap dihormati, bukan hanya sebagai mantan presiden, tetapi juga sebagai simbol kepemimpinan yang humanis dan inklusif. Bagi banyak orang, Gus Dur bukan sekadar pemimpin—ia adalah guru bangsa.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait