Kapten Afwan, Pilot Sriwijaya Air SJ182 yang Jatuh di Kepulauan Seribu

Tragedi penerbangan Sriwijaya Air SJ182 masih membekas di hati banyak orang. Pesawat yang mengangkut 62 jiwa itu dinyatakan jatuh di perairan Kepulauan Seribu pada Sabtu (9/1/2021) sore, setelah hilang kontak tak lama setelah lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta.

Kapten Afwan menjadi nama yang paling sering disebut setelah kecelakaan ini. Ia adalah pilot utama yang memimpin penerbangan rute Jakarta ke Pontianak tersebut. Sebagai seorang kapten berpengalaman, Kapten Afwan dikenal sebagai sosok yang tenang dan profesional. Ia bukan hanya seorang pilot, tetapi juga ayah dari dua anak yang tewas dalam kecelakaan itu — sang istri dan salah satu putranya.

Kejadian ini mengguncang Indonesia, bukan hanya karena jumlah korban, tetapi juga karena begitu cepatnya pesawat menghilang dari radar. Dalam hitungan menit setelah take-off, kondisi cuaca buruk dan dugaan kerusakan teknis menjadi sorotan utama investigasi.

Kapten Afwan sebelumnya pernah bertugas di maskapai lain sebelum bergabung dengan Sriwijaya Air. Ia dikenal oleh rekan-rekannya sebagai pilot yang disiplin dan sangat memperhatikan keselamatan penerbangan. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi dunia penerbangan nasional.

Hingga kini, upaya pencarian dan penyelidikan terus dilakukan untuk memastikan penyebab pasti jatuhnya pesawat Boeing 737-500 tersebut. Namun satu hal yang tak bisa dilupakan: di balik kokpit, ada sosok Kapten Afwan, yang menjalankan tugasnya hingga detik terakhir.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait