12 Rasul Yesus: Dari Thomas hingga Yudas Iskariot

Setelah membahas enam dari kedua belas rasul Yesus, seperti Simon Petrus, Andreas, dan Yohanes, tak lengkap rasanya jika tidak mengenal lebih jauh enam murid lainnya yang juga menjadi pilar penting dalam pelayanan-Nya. Mereka adalah bagian tak terpisahkan dari kisah Injil dan penyebaran ajaran Yesus di muka bumi.

Thomas, sering dikenal sebagai "Thomas si Pencil," karena keraguan awalnya terhadap kebangkitan Yesus, justru menjadi saksi yang sangat berani. Ia kemudian dikenal karena kesetiaannya hingga ke wilayah jauh seperti India.

Yakobus bin Alfeus, sering disebut untuk membedakannya dari Yakobus bin Zebedeus, mungkin tidak sebanyak disebut dalam Alkitab, tetapi keberadaannya menegaskan bahwa Tuhan memanggil orang dari berbagai latar belakang.

Simon orang Zelot berasal dari kelompok yang keras terhadap penjajah Romawi. Pemilihannya menunjukkan bahwa Yesus membuka jalan bagi siapa pun, bahkan mereka yang penuh semangat politik sekalipun.

Tadeus, juga dikenal sebagai Yudas (bukan Iskariot), membawa pesan kasih dan damai kepada bangsa-bangsa yang berbeda. Ia mengingatkan kita bahwa pengaruh bisa datang dari nama-nama yang jarang disebut.

Matias dipilih setelah pengkhianatan Yudas. Ia adalah bukti bahwa penggantian bisa terjadi, namun panggilan tetap harus dilanjutkan.

Terakhir, Yudas Iskariot, yang dikenal karena mengkhianati Yesus. Kisahnya menjadi peringatan tentang bahaya nafsu duniawi, sekaligus mengingatkan bahwa pilihan setiap orang menentukan nasibnya.

Ke-12 rasul ini, dengan latar belakang berbeda, menunjukkan bahwa Injil diperuntukkan bagi semua. Dari nelayan biasa hingga pemungut cukai, Tuhan memanggil mereka yang bersedia mengikut. Dan dari merekalah, iman Kristen bermula.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait