Artikel mendalam Mengungkap Tabir Siapa Penguasa Minyak Dunia: Hegemoni Geopolitik dan Pergeseran Kekuatan Energi Global

Amerika Kini Penguasa Minyak Dunia

Amerika Serikat kini berdiri di puncak sebagai produsen minyak terbesar di dunia. Pada 2017, AS mulai menggeser posisi Arab Saudi, yang sebelumnya mendominasi produksi minyak global. Perubahan ini bukan kebetulan—dorongan dari teknologi pengeboran baru dan lonjakan produksi dari wilayah seperti Permian Basin di Texas dan New Mexico membuat AS mampu memimpin.

Pada 2019, produksi minyak AS melonjak sekitar 18 persen, mencapai hampir 17 juta barel per hari. Angka ini mencakup produksi sendiri dan produk turunan seperti minyak sintetis. Pertumbuhan pesat ini sebagian besar didorong oleh teknik fracking hidrolik dan pengeboran horizontal, yang membuka cadangan minyak dalam lapisan batuan takik (shale).

Meski Arab Saudi tetap menjadi kekuatan besar lewat perusahaan negaranya Saudi Aramco, kini pengaruhnya sedikit terkikis seiring dengan kemandirian energi AS. Selain itu, AS kini tidak hanya memenuhi kebutuhannya sendiri, tetapi juga menjadi eksportir minyak mentah utama.

Fakta ini mengubah peta politik energi dunia. Dulu, negara-negara Timur Tengah menentukan harga minyak global. Kini, keputusan produksi di North Dakota atau Texas bisa sama pengaruhnya dengan keputusan di Wahabiyah atau Wanita Kerajaan Arab Saudi.

Namun, ketergantungan pada minyak tetap menjadi isu. Di tengah transisi energi menuju sumber yang lebih bersih, pertanyaannya bukan hanya siapa yang menguasai minyak, tapi juga seberapa lama kekuasaan itu akan bertahan.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait