Penyebar Islam di Australia: Dari Nelayan Sulawesi hingga Penunggang Unta Afghanistan

Islam mulai hadir di Australia jauh sebelum kedatangan imigran modern. Sejarah mencatat bahwa penyebaran awal agama Islam di Negeri Kangguru dimulai oleh para nelayan dari Sulawesi pada abad ke-17. Mereka datang ke perairan utara Australia — terutama di kawasan yang kini dikenal sebagai Australia Barat, Australia Utara, dan Queensland — untuk mencari teripang, yang saat itu menjadi komoditas berharga di pasar Asia.

Hubungan antara nelayan Makassar dan penduduk asli Australia telah dibuktikan melalui bukti arkeologi, artefak, serta catatan lisan dari komunitas Aborigin. Bahkan, kata-kata dari bahasa Makassar sempat masuk ke dalam beberapa dialek Aborigin. Meskipun mereka tidak secara aktif menyebarkan ajaran Islam, kehadiran mereka menandai jejak pertama komunitas Muslim di benua ini.

Perkembangan Islam di Australia kemudian dilanjutkan pada abad ke-19, ketika para penunggang unta dari Afghanistan didatangkan untuk membantu eksplorasi dan pembangunan di kawasan pedalaman. Mereka dikenal sebagai “Afghans” atau “cameleers”, meskipun banyak di antaranya berasal dari India Utara dan Pakistan. Mereka memainkan peran penting dalam membuka jalur perdagangan dan komunikasi di gurun Australia.

Kampung-kampung kecil mereka meninggalkan masjid-masjid sederhana, terutama di kota seperti Adelaide dan Broken Hill. Meskipun jumlahnya tak banyak, ketekunan mereka dalam menjalankan ibadah menjadi benih awal bagi komunitas Muslim yang kini tumbuh pesat di seluruh Australia.

Jadi, penyebar Islam pertama di Australia bukan satu orang, melainkan kumpulan pelaut dan pejuang gurun yang datang dengan kapal layar maupun unta — membawa iman dalam diam, dan meninggalkan warisan yang kini terus berkembang.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait