Siapa Raja Israel yang Terakhir?
Ketika membahas kerajaan Israel kuno, penting untuk memahami bahwa setelah kematian Raja Salomo sekitar abad ke-10 SM, kerajaan itu terpecah menjadi dua: Kerajaan Israel di utara dan Kerajaan Yehuda di selatan. Dari sinilah asal jawaban atas pertanyaan tentang raja terakhir Israel.
Raja terakhir Kerajaan Israel Utara adalah Hosea, yang memerintah sekitar tahun 732β722 SM. Ia menjadi penguasa saat kerajaan sedang dalam kondisi sangat lemah, terjepit antara tekanan politik dari bangsa Asyur di timur dan kemunduran moral serta spiritual di dalam negeri. Hosea disebutkan dalam Alkitab, khususnya dalam kitab 2 Raja-raja 17, sebagai raja yang memerintah saat akhir masa kerajaan.
Pemerintahan Hosea berakhir tragis. Bangsa Asyur, di bawah raja Salmaneser V dan kemudian Sargon II, menyerbu Samaria β ibu kota Israel β dan menghancurkannya pada tahun 722 SM. Setelah itu, rakyat Israel diangkut ke Asyur dalam apa yang dikenal sebagai Pembuangan Assyrian, dan sepuluh suku utara pun perlahan menghilang dari sejarah.
Sejak saat itu, tidak ada lagi raja yang memerintah atas Kerajaan Israel Utara. Hosea pun dikenang sebagai raja terakhir sebelum keruntuhannya. Sementara itu, Kerajaan Yehuda masih bertahan beberapa abad lebih lama, dengan raja terakhirnya adalah Zedekia, sebelum dihancurkan oleh Babel.
Jadi, ketika kita berbicara tentang βraja terakhir Israelβ, yang dimaksud adalah Hosea dari Kerajaan Israel Utara, simbol akhir dari sebuah era dalam sejarah bangsa Ibrani.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.