Raja Spanyol dan Pengakuan sebagai Salah Satu Raja Termiskin di Dunia

Raja Spanyol, Felipe VI, pernah membuat kejutan dengan secara terbuka mengungkapkan kekayaannya. Di tengah bayang-bayang skandal korupsi yang melibatkan beberapa anggota keluarga kerajaan, langkah ini diambil untuk memulihkan kepercayaan publik. Hasilnya, ia justru dikenal sebagai salah satu raja termiskin di dunia — setidaknya jika dinilai dari angka resmi.

Pada tahun 2022, rincian kekayaan sang raja dipublikasikan, menunjukkan total kekayaan sekitar 17,75 juta euro. Angka ini jauh di bawah raja-raja lain seperti Raja Thailand atau Sultan Brunei, yang kekayaannya mencapai miliaran dolar. Namun, istilah "termiskin" di sini lebih bersifat perbandingan simbolis, karena tetap saja Felipe hidup dengan standar kerajaan yang tinggi.

Felipe VI, yang saat itu berusia 51 tahun, memilih transparansi sebagai bentuk tanggung jawab moral. Keputusan ini muncul setelah ayahnya, Raja Juan Carlos I, diterpa skandal korupsi dan hidup mewah di luar negeri. Dengan membuka catatan keuangan pribadinya, Felipe ingin menunjukkan bahwa ia berbeda — seorang raja konstitusional yang hidup sederhana dan taat pada aturan.

Sebagai bagian dari sistem monarki parlementer, peran Felipe lebih banyak seremonial. Gajinya berasal dari anggaran negara, dan ia juga memiliki aset pribadi dari warisan keluarga. Namun, dibandingkan dengan raja-raja absolut di dunia, gaya hidupnya tergolong sederhana.

Jadi, meski disebut "termiskin", julukan ini lebih mencerminkan komitmennya pada transparansi dan kesederhanaan, bukan kemiskinan sejati. Di tengah krisis kepercayaan terhadap institusi kerajaan, langkah Felipe bisa jadi bentuk diplomasi modern: memenangkan hati rakyat lewat kejujuran.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait