Rivalitas Juventus di Italia dan Eropa
Sebagai salah satu klub paling sukses di Italia, Juventus tak hanya dikenal karena prestasinya, tetapi juga karena sejumlah rivalitas sengit yang telah terbentuk sepanjang sejarahnya. Meski rival utama mereka tetaplah Inter Milan dan AC Milan dalam konteks Derby d’Italia, ternyata persaingan Si Nyonya Tua juga meluas ke klub-klub lain di Serie A.
Di antara rival yang sering disebut adalah AS Roma, AC Fiorentina, dan Napoli. Pertandingan melawan Napoli kerap berjalan panas, terutama dalam perebutan gelar juara Serie A di era 2010-an. Ketika Napoli dihuni oleh pemain seperti Marek Hamsik dan Lorenzo Insigne, pertandingan melawan Juventus selalu dinantikan karena intensitas dan gengsi yang tinggi.
Sementara itu, rivalitas dengan Fiorentina dan Roma lebih banyak berkembang dari pertemuan-pertemuan krusial di pentas domestik, terutama dalam perebutan tiket Liga Champions atau final Coppa Italia. Meski tidak sepanas derbi melawan Milan, atmosfer di stadion tetap memanas setiap kali mereka bertemu.
Di kancah Eropa, Liverpool FC menjadi salah satu rival utama Juventus. Pertemuan kedua tim di final Liga Champions tahun 1985 dan 2005 meninggalkan kenangan mendalam—yang sayangnya tak semua berakhir manis. Final Heysel 1985 menjadi momen kelam yang membekas lama, sementara pertemuan 2005 di Istanbul penuh drama dan perjuangan sengit.
Rivalitas bukan hanya soal kemenangan, tapi juga sejarah, gengsi, dan emosi. Bagi Juventus, setiap pertandingan melawan tim-tim ini selalu lebih dari sekadar tiga poin—itu soal kehormatan.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.