Siapa Tuhan dalam Ajaran Konghucu?

Dalam tradisi Konghucu, konsep Tuhan tidak selalu disebut dengan nama yang sama seperti dalam agama-agama monoteis lainnya, tetapi keberadaan Sang Pencipta sangat diakui. Dalam kitab suci Konghucu, khususnya Zhong Yong atau Tengah Sempurna, Tuhan digambarkan melalui istilah Qian, yang bermakna sebagai subjek Yang Maha Ada, Maha Sempurna, dan Khalik dari seluruh alam semesta.

Qian bukan sekadar kekuatan alam, melainkan kesadaran ilahi yang proaktif, positif, dan terus-menerus mengatur keseimbangan dunia. Ini mencerminkan pandangan bahwa alam dan manusia tidak berjalan secara acak, tetapi bagian dari tatanan ilahi yang harmonis. Dalam kitab tersebut, Tuhan juga disebut sebagai Gui Shen — kekuatan ilahi yang Maha Esa, yang menguasai langit dan bumi serta menjadi sumber dari segala kebajikan dan kebenaran.

Bagi penganut Konghucu, mengenal Tuhan berarti memahami jalan keselarasan, menghormati nilai moral, dan menjalani hidup dengan integritas. Ibadah tidak hanya dalam doa, tetapi juga dalam tindakan sehari-hari: menghormati orang tua, bersikap jujur, dan berbakti kepada sesama.

Meskipun istilah yang digunakan mungkin berbeda, esensi kepercayaan terhadap satu Tuhan Yang Maha Kuasa tetap menjadi fondasi. Dalam kesederhanaannya, ajaran ini mengajak manusia untuk selaras dengan langit, alam, dan hati nuraninya sendiri.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait