Siapa yang Mengkhianati Yesus?
Salah satu momen paling menyentuh dalam kisah kehidupan Yesus adalah perjamuan terakhir bersama murid-murid-Nya. Di tengah suasana yang kelam, Yesus menyampaikan hal yang mendalam: salah satu dari mereka akan mengkhianati-Nya. Yudas Iskariot, salah satu dari dua belas murid setia-Nya, adalah orang yang akhirnya menyerahkan Yesus ke tangan otoritas.
Meskipun semua murid merasa bingung dan saling mempertanyakan siapa di antara mereka yang akan melakukan hal itu, Yesus memberi tanda khusus. Dalam Injil Yohanes 13:26, dikatakan bahwa Yesus memberikan roti yang dicelupkan kepada Yudas, lalu berkata, βApa yang hendak kauperbuat, perbuatlah sekarang.β Pada saat itulah, Alkitab mencatat bahwa iblis telah masuk ke dalam diri Yudas, dan ia pun pergi cepat-cepat untuk menyerahkan Yesus.
Banyak yang bertanya, mengapa Yudas melakukan hal itu? Beberapa mungkin melihatnya sebagai tindakan karena uangβia dibayar tiga puluh keping perak. Tapi lebih dalam dari itu, kisah ini juga menunjukkan bagaimana hati bisa dipengaruhi oleh hal-hal yang jauh dari kebenaran. Yudas mungkin mulai dengan niat baik, tapi akhirnya tersesat dalam keputusan yang kelam.
Yang menarik, Yesus tetap menerima Yudas sampai detik terakhir. Ia tidak memarahi, tapi justru mengasihi. Bahkan dalam saat pengkhianatan, kasih-Nya tidak pernah surut. Kisah ini bukan hanya tentang pengkhianatan, tapi juga tentang pilihan, pertobatan, dan betapa dalamnya kasih yang rela menanggung segalanya.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.