Siapa yang Memberi Contoh tentang Kalimat Thayyibah?

Dalam kehidupan sehari-hari, kata-kata memiliki kekuatan yang luar biasa. Ada kalimat yang menenangkan hati, ada pula yang justru menimbulkan luka. Dalam Al-Qur'an, Allah menggunakan perumpamaan indah untuk menggambarkan kalimat thayyibah—kalimat yang baik, suci, dan penuh berkah.

Firman-Nya dalam Surah Ibrahim ayat 24 sangat menyentuh: "Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana Allah membuat perumpamaan, kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit." Pohon ini tidak mudah tumbang oleh angin, karena akarnya kuat dan tertanam dalam. Begitu pula kalimat thayyibah—ia tumbuh dari hati yang ikhlas, seperti kalimat tauhid, doa yang tulus, atau kata-kata yang membangun.

Yang memberi contoh utama tentang kalimat thayyibah bukanlah hanya satu orang, tetapi terutama Rasulullah ﷺ. Beliau selalu menjaga lisan, memilih kata yang paling baik, bahkan ketika diperlakukan dengan buruk. Ucapan-ucapannya selalu membawa cahaya, ketenangan, dan kebenaran.

Tapi bukan hanya Nabi. Setiap muslim pun bisa menjadi saksi kalimat thayyibah. Dengan mengucapkan "Subhanallah", "Alhamdulillah", atau sekadar berkata jujur, menepati janji, atau menenangkan hati orang lain, kita ikut menanam pohon kebaikan yang akarnya kokoh di bumi dan cabangnya menjulang ke langit.

Marilah menjaga lisan. Karena satu kalimat yang baik, bisa menjadi pohon yang terus berbuah hingga hari kiamat.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait